Thursday, May 5, 2016

PROPOSAL PEMBUATAN APLIKASI INSTAGRAM



Nama Anggota:
1.    Ahmad Rizky Elchan (10112472)
2.    Lukman Hakim (14112262)
3.    Reza Khotibul Umam (16112205)
4.    Yuvensia Puspita Sari (17112995)

I.               Latar Belakang Aplikasi
Instagram adalah sebuah aplikasi berbagi foto yang memungkinkan pengguna mengambil foto, menerapkan filter digital, dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial, termasuk milik Instagram sendiri. Satu fitur yang unik di Instagram adalah memotong foto menjadi bentuk persegi, sehingga terlihat seperti hasil kamera Kodak Instamatic dan polaroid. Hal ini berbeda dengan rasio aspek 4:3 yang umum digunakan oleh kamera pada peranti bergerak.
Instagram dapat digunakan di iPhone, iPad atau iPod Touch versi apapun dengan sistem operasi iOS 7.0 atau yang terbaru, telepon genggam Android apapun dengan sistem operasi versi 2.2 (Froyo) ke atas, dan Windows Phone 8. Aplikasi ini dapat diunggah melalui Apple App Store dan Google Play.
Pada tanggal 9 April 2012, diumumkan bahwa Facebook setuju mengambil alih Instagram dengan nilai sekitar $1 miliar

II.          Tujuan Pembuatan Aplikasi
Adapun sebuah tujuan aplikasi ini dibuat adalah sebagai media sosial yang dapat menemukan momen orang lain dan dapat membagikan momen pribadi yang dapat dishare kepada orang lain.
III.          Konsep Pembuatan Aplikasi
          Konsep yang digunakan dalam pembuatan aplikasi Instagram ini adalah dengan menggunakan pendekatan metode SDLC ( System Development Life Cycle ) , konsep ini dikembangakn melalui beberapa tahap sebagai berikut:
     A.    Perencanaan
a.       Melakukan pengambilan/pengumpulan data
b.      Melakukan identifikasi masalah
     B.     Analisa permasalahan
Menganalisa masalah yang terjadi di lingkungan sosial tentang bagaimana cara orang berhubungan dan berbagi momen dengan orang lain secara online dan dapat dilihat semua orang.
     C.     Perancangan
Pada tahap ini melakukan perancangan struktur navigasi, perancangan input output dan perancangan tampilan aplikasi Instagram.
     D.    Implementasi
Membuat serta memberikan sentuhan terakhirnya dengan pengisian kode program yang sebelumnya tertera pada perancangan input output aplikasi
     E.     Uji Coba Aplikasi
Tahap ini merupakan tahap uji coba program yang dihasilkan dari tahap implementasi untuk mengetahui apakah fungsionalitasnya terpenuhi dan sesuai dengan rancangan dasar penelitian.
 IV.            Kerangka Pikir
Kerangka pikir disini adalah alur kinerja dari program atau aplikasi, dimana pengguna bisa mengupload momen secara online dan dapat dibagikan kepada semua orang. Bagaimana seseorang mengupload lalu dapat menyimpan file secara online supaya dapat dilihat. Pengguna juga dapat melihat apa yang dibagikan orang lain di akunnya masing-masing.

       V.         Rencana Pengerjaan Aplikasi
Berikut adalah rencana dan jadwal tahap penelitian dilaksanakan per bulannya :
NO
Tahapan Penelitian
Jadwal Pelaksaan (Bln) ke
 1    2      3     4     5    6    7
1.
Tahap Perencaan
2.
Tahap Analisis
3.
Tahap Perancangan dan Pembuatan Aplikasi
4.
Tahap Implementasi
5.
Uji Coba

    VI.         Refrensi
1.      https://id.wikipedia.org/wiki/Instagram
2.      http://blogofhanifa.blogspot.co.id/2013/10/etika-menggunakan-instagram.html

3.      http://www.slideshare.net/andreytendean/proposal-pembuatan-aplikasi

Tuesday, May 3, 2016

Konsep Manajemen Basis Data dalam SIG

Geography
Istilah ini digunakan karena GIS dibangun berdasarkan pada ‘geografi’ atau ‘spasial’. Object ini mengarah pada spesifikasi lokasi dalam suatu space. Objek bisa berupa fisik, budaya atau ekonomi alamiah. Penampakan tersebut ditampilkan pada suatu peta untuk memberikan gambaran yang representatif dari spasial suatu objek sesuai dengan kenyataannya di bumi. Simbol, warna dan gaya garis digunakan untuk mewakili setiap spasial yang berbeda pada peta dua dimensi.

Manfaat GIS

Tak lengkap rasanya apabila membicarakan SIG tanpa mengetahui manf’aat yang dapat diperoleh. Dengan SIG kita akan dimudahkan dalam melihat fenomena kebumian dengan perspektif yang lebih baik.SIG mampu mengakomodasi penyimpanan, pemrosesan, dan penayangan data spasial digital bahkan integrasi data yang beragam, mulai dari citra satelit, foto udara, peta bahkan data statistik. Dengan tersedianya komputer dengan kecepatan dan kapasitas ruang penyimpanan besar seperti saat ini, SIG akan mampu memproses data dengan cepat dan akurat dan menampilkannya. SIG juga mengakomodasi dinamika data, pemutakhiran data yang akan menjadi lebih mudah.

 

Alasan Penggunaan Sistem Informasi Geografis

§  SIG sangat efektif di dalam membantu proses-proses pembentukan pengebangan, atau perbaikan peta mental (peta mental adalah peta mengenai gambar lingkungan sekitarnya yang tersimpan didalam pikiran setiap manusia yang mencerminkan pengetahuan (knowledge), prasangka (prejudies), dan/atau anggapan individu yang bersangkutan (sumber  yang telah dimiliki oleh setiap orang yang menggunakannya (selama hidupnya) dan selalu berdampingan dengan lingkungan fisik dunia nyata yang penuh dengan kesan-kesan visual.
§  SIG dapat digunakan sebagai alat bantu (baik secara tools maupun bahan tutorial) utama yang interaktif, menarik dan menantang didalam usaha-usaha untuk meningkatkan pemahaman, pengertian, pembelajaran, dan pendidikan (mulai dari usia sekolah hingga dewasa) mengenai ide-ide atau konsep-konsep lokasi, ruang geografis (spasial), kependudukan dan unsur geografis yang terdapat dipermukaan bumi berikut data-data atribut terkait yang menyertainya.
§  SIG menggunakan baik berupa data spasial maupun atribut secara terintegrasi hingga sistemnya dapat menjawab baik baik pertanyaan spasial (berikut pemodelannya) maupun-non-spasial- memiliki kemampuan analisis spasial dan non-spasial.
§  SIG dapat memisahkan dengan tegas antara bentuk presentasi dengan data-datanya (basis data) sehingga memiliki kemampuan-kemampuan untuk merubah presentasi dalam berbagai bentuk.
§  SIG mempunyai kemampuan-kemampuan untuk menguraikan unsur-unsur yang terdapat dipermukaan bumi kedalam bentuk beberapa layer atau coverage data spasial. Dengan layers ini permukaan bumi dapat “direkontruksi” kembali atau dimodelkan dalam bentuk nyata dengan mengunakan data ketinggian berikut layers tematik yang diperlukan.
§  Hampir semua operasi (termasuk analisis-analisisnya) yang dimiliki oleh perangkat SIG dapat dilakukan secara interaktif dengan bantuan menu-menu dan Help yang bersifat user friendly.
§  SIG dapat menurunkan data-data secara otomatis tanpa keharusan untuk melakukan interpretasi secara manual (terutama interpretasi secara visual dengan menggunakan mata manusia). Dengan demikian, SIG dengan mudah dapat menghasilkan peta-peta tematik yang merupakan turunan dari peta-peta yang lain dengan hanya memanipulasi atribut-atributnya.
§  SIG sangat membantu pekerjaan-pekerjaan yang erat kaitannya dengan bidang-bidang spasial dan geo-informasi.

Karakteristik SIG

§  Merupakan suatu sistem hasil pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak untuk tujuan pemetaan, sehingga fakta wilayah dapat disajikan dalam satu sistem berbasis komputer.
§  Melibatkan ahli geografi, informatika dan komputer, serta aplikasi terkait.
§  Masalah dalam pengembangan meliputi: cakupan, kualitas dan standar data, struktur, model dan visualisasi data, koordinasi kelembagaan dan etika, pendidikan, expert system dan decision support system serta penerapannya
§  Perbedaannya dengan Sistem Informasi lainnya: data dikaitkan dengan letak geografis, dan terdiri dari data tekstual maupun grafik
§  Bukan hanya sekedar merupakan pengubahan peta konvensional (tradisional) ke bentuk peta dijital untuk kemudian disajikan (dicetak / diperbanyak) kembali
§  Mampu mengumpulkan, menyimpan, mentransformasikan, menampilkan, memanipulasi, memadukan dan menganalisis data spasial dari fenomena geografis suatu wilayah.
§  Mampu menyimpan data dasar yang dibutuhkan untuk penyelesaian suatu masalah.
§  Contoh : penyelesaian masalah perubahan iklim memerlukan informasi dasar seperti curah hujan, suhu, angin, kondisi awan. Data dasar biasanya dikumpulkan secara berkala dalam jangka yang cukup panjang.

Model Data Hybrid
Langkah awal pada pendekatan ini adalah pemahaman adanya dugaan atau pendapat bahwa mekanisme penyimpanan data yang optimal untuk informasi lokasi (data spasial atau koordinat-koordinat) di satu sisi, akan menyebabkan tidak optimalnya penyimpanan bagi informasi non-spasial di sisi yang lain. Maka berdasarkan pendapat ini, data kartografis (koordinat-koordinat) dijital disimpan dalam sekumpulan file dengan sistem operasi direct acsess untuk meningkatkan kecepatan proses input-output, sementara itu, data atributnya akan disimpan di dalam format DBMS relasional standar. Dengan demikian perangkat lunak SIG akan bertugas sebagai pengelola hubungan antara data spasial dan tabel-tabel atributnya yang berformat DBMS ini selama operasi-operasi pemrosesan atu analisis data peta berlangsung.
Sementara digunakan beberapa pendekatan yang berbeda dalam mekanisme penyimpanan data spasialnya, mekanisme yang dipakai untuk meggabungkan data spasial (layer) dengan tave-tabel atributnya tetap sama, yaitu dengan mendefenisikan nomor pengenal (ID) sebagai atribut kunci yang unik pada unsur spasialnya dan kemudian menempatkannya pula di dalan tabel atrubut hingga memungkinkannya tetap saling terkait dalam usaha membentuk informasi yang utuh.

Model Data Terintegrasi
Pendekatan model data terintegrasi dapat dideskripsikan sebagai pendekatan sistem pengolahan basis data spasial, dengan SIG yang bertindak sebagai query processor. Kebanyakan implementasinya hingga sekarang ini adalah bentuk topologi vektor dengan tabel-tabel rasional yang menyimpan data koordinat-kordinat unsur-unsur peta (titik, nodes, segmen garis, dan lain sebagainya) bersama dengan tabel-tabel lain yang berisi data topologi.
Dengan model data SIG yang terintegrasi (spasial-atribut), terdapat sejumlah karakteristik yang khusus pada data spasial sebagai implikasi dari penggunaanya.dari sudut pandang basis data, adalah memungkinkan untuk menyimpan baik data koordinat-koordinat maupun data mengenai topologi yang diperlukan untuk mengelompokkan elemen-elemen kartografis dijital dengan menggunakan perancangan yang didasarkan pada bentuk normal Boyce Codd (BCNF).

Model Basis Data Relasional
Model basis data relasional merupakan model basis data yang banyak digunakan sampai saat ini. Hal ini karena model basis data relasional memiliki keunggulan-keunggulan, seperti:
a.     Model relasional merupakan model data yang lengkapa secara matematis
b.     Model relasional memiliki teori-teori yang solid utuk mendukung:
      • Accessibility: bahasa query khusus yang query nya dapat dikompilasi, dieksekusi, dan dioptimasikan tanpa harus menggunaka bahasa pemograman.
      •  Correctness: semantik aljabar relasionalnya jelas dan lengkap
      • Predyctabelity: semantik yang konsisten memudahkan para penggunanya untuk mengantisipasi atau memperkirakan hasil-hasil queries yang diberikan.
c.  Fleksibelitas tinggi: model relasional secara jelas dapat memisahkan model fisik dan model logikanya, sehingga dengan adanay decoupling (mengurangi ketergantungan antara komponen sistem) ini fleksibelitanya dapat ditingkatkan.
d. Integritas: batasan ini sangat berguna di dalam memastikan bahwa perubahan struktur- struktur data/tabel tidak mengganggu keutuhan relasi-relasi yang terdapat di dalam basis datanya.
e. Multiple views: model relasional dapat menyajikan secara langsung (beberapa) view yang berbeda dari (tabel-tabel) basis data yang sama untuk para pengguna yang berbeda.
f. Concurrency : hampir semua teori megenai pengendalian transaksi simultan yang telah ada dibuat berdasarkan teori formalisme milik model relasional.